Assalamualaikum..... ^_~

Senin, 23 Januari 2012

Epidemiologi Penyakit Jantung Koroner (PJK).......

1.      Defenisi
        Penyakit Jantung Koroner atau lebih sering dikenal dengan PJK adalah jenis penyakit yang banyak menyerang penduduk Indonesia. Kondisi ini terjadi akibat penyempitan/penyumbatan di dinding nadi koroner karena adanya endapan lemak dan kolesterol sehingga mengakibatkan suplai darah ke jantung menjadi terganggu.
        Penyakit Arteri Koroner / penyakit jantung koroner (Coronary Artery Disease) ditandai dengan adanya endapan lemak yang berkumpul di dalam sel yang melapisi dinding suatu arteri koroner dan menyumbat aliran darah.

        Endapan lemak (ateroma atau plak) terbentuk secara bertahap dan tersebar di percabangan besar dari kedua arteri koroner utama, yang mengelilingi jantung dan menyediakan darah bagi jantung.
Proses pembentukan ateroma ini disebut aterosklerosis.

Aterosklerosis

        Ateroma bisa menonjol ke dalam arteri dan menyebabkan arteri menjadi sempit.
Jika ateroma terus membesar, bagian dari ateroma bisa pecah dan masuk ke dalam aliran darah atau bisa terbentuk bekuan darah di permukaan ateroma tersebut.

        Supaya bisa berkontraksi dan memompa secara normal, otot jantung (miokardium) memerlukan pasokan darah yang kaya akan oksigen dari arteri koroner.
        Jika penyumbatan arteri koroner semakin memburuk, bisa terjadi iskemi (berkurangnya pasokan darah) pada otot jantung, menyebabkan kerusakan jantung.
.

Aterosklerosis
Aterosklerosis


2.      Penyebab PJK

        Penyakit ini disebabkan oleh adanya penyempitan dan penyumbatan di pembuluh arteri koroner. Hal ini disebabkan oleh penumpukan zat-zat lemak (kolesterol, trigliserida) di dinding pembuluh nadi bagian paling bawah (endotelium).

        Setelah lemak menumpuk, aliran darah akan tersumbat dan tak mampu menuju jantung sehingga mengganggu kerja jantung dalam memompa darah. Efek yang paling dirasakan adalah hilangnya pasokan oksigen dan nutrisi menuju jantung karena aliran darah ke jantung berkurang.

Kolesterol dan Penyakit Arteri Koroner

        Resiko terjadinya penyakit arteri koroner meningkat pada peningkatan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah.
Jika terjadi peningkatan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik), maka resiko terjadinya penyakit arteri koroner akan menurun.

        Makanan mempengaruhi kadar kolesterol total dan karena itu makanan juga mempengaruhi resiko terjadinya penyakit arteri koroner. Merubah pola makan (dan bila perlu mengkonsumsi obat dari dokter) bisa menurunkan kadar kolesterol. Menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL bisa memperlambat atau mencegah berkembangnya penyakit arteri koroner.
Menurunkan kadar LDL sangat besar keuntungannya bagi seseorang yang memiliki faktor resiko berikut:
  Merokok sigaret
  Tekanan darah tinggi
  Kegemukan
  Malas berolah raga
  Kadar trigliserida tinggi
  Keturunan
  Steroid pria (androgen).

3.      Gejala Penyakit Jantung Koroner
*      Nyeri di dada, lebih spesifiknya nyeri di dada bagian tengah yang menjalar sampai ke lengan kiri atau leher, bahkan sampai ke punggung. Nyeri dada seperti ini adalah nyeri khas dari penyakit jantung koroner. Nyeri ini timbul hanya ketika melakukan aktifitas fisik dan akan berkurang saat beristirahat.
*      Gejala penyerta seperti keringat dingin dan timbulnya rasa mual.
*      Pusing kepala yang berkepanjangan
*      Merasa sekujur tubuhnya terbakar tanpa sebab yang jelas
*      Terjadi keluhan di sekitar tulang dada dan leher
*      Tapi kebanyakan orang yang menderita penyakit jantung koroner tidak mengalami beberapa gejala di atas. Tiba-tiba saja jantung si penderita bermasalah dan dalam kondisi yang kronis.
4.      Epidemiologi Penyakit Jantung Koroner
        Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan sosok penyakit yang sangat menakutkan dan masih menjadi masalah, baik di negara maju maupun berkembang Di belahan negara dunia, penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu pada orang Amerika dewasa. Setiap tahunnya, di Amerika Serikat 478000 orang meninggal karena penyakit jantung koroner, 1,5 juta orang mengalami serangan jantung, 407000 orang mengalami operasi peralihan, 300000 orang menjalani angioplasti. Di Eropa diperhitungkan 20.000-40.-000 orang dari 1 juta penduduk menderita PJK. Penyakit jantung, stroke, dan aterosklerosis merupakan penyakit yang mematikan. Di seluruh dunia, jumlah penderita penyakit ini terus bertambah. Ketiga kategori penyakit ini tidak lepas dari gaya hidup yang kurang sehat, yang banyak dilakukan seiring dengan berubahnya pola hidup.
        Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) dan Organisasi Federasi Jantung Sedunia (World Heart Federation) memprediksi penyakit jantung akan menjadi penyebab utama kematian di negara-negara Asia pada tahun 2010. Saat ini, sedikitnya 78% kematian global akibat penyakit jantung terjadi pada kalangan masyarakat miskin dan menengah. Berdasarkan kondisi itu, dalam keadaan ekonomi terpuruk maka upaya pencegahan merupakan hal terpenting untuk menurunkan penyakit kardiovaskuler pada 2010. Di negara berkembang dari tahun 1990 sampai 2020, angka kematian akibat penyakit jantung koroner akan meningkat 137 % pada laki-laki dan 120% pada wanita, sedangkan di negara maju peningkatannya lebih rendah yaitu 48% pada laki-laki dan 29% pada wanita. Di tahun 2020 diperkirakan penyakit kardiovaskuler menjadi penyebab kematian 25 orang setiap tahunnya. Oleh karena itu, penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian dan kecacatan nomer satu di dunia.
        Indonesia saat ini menghadapi masalah kesehatan yang kompleks dan beragam. Tentu saja mulai dari infeksi klasik dan modern, penyakit degeneratif serta penyakit psikososial yang menjadikan Indonesia saat ini yang menghadapi " threeple burden diseases". Namun tetap saja penyebab angka kematian terbesar adalah akibat penyakit jantung koroner – "the silence killer". Tingginya angka kematian di Indonesia akibat penyakit jantung koroner (PJK) mencapai 26%. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga Nasional (SKRTN), dalam 10 tahun terakhir angka tersebut cenderung mengalami peningkatan. Pada tahun 1991, angka kematian akibat PJK adalah 16 %. kemudian di tahun 2001 angka tersebut melonjak menjadi 26,4 %. Angka kematian akibat PJK diperkirakan mencapai 53,5 per 100.000 penduduk di negara kita.
Di Provinsi Jawa Tengah berdasarkan laporan dari Rumah Sakit, kasus tertinggi Penyakit Jantung Koroner adalah di Kota Semarang yaitu sebesar 4.784 kasus (26,00%) dibanding dengan jumlah keseluruhan kasus Penyakit Jantung Koroner di kabupaten/kota lain di Jawa Tengah. Apabila dilihat berdasarkan jumlah kasus keseluruhan PTM lain di Kabupaten Klaten adalah 3,82%. Sedangkan kasus tertinggi kedua adalah Kabupaten Banyumas yaitu sebesar 2.004 kasus (10,89%) dan apabila dibanding dengan jumlah keseluruhan PTM lain di Kabupaten Banyumas adalah sebesar 9,87%. Kasus ini paling sedikit dijumpai di Kabupaten Tegal yaitu 2 kasus (0,01%). Sedangkan kabupaten Semarang dan Kabupaten Cilacap belum melaporkan. Rata-rata kasus Jantung Koroner di Jawa Tengah adalah 525,62 kasus.
        Beberapa hasil penelitian telah dilakukan terkait dengan penyakit jantung koroner dan factor-faktor yang berpengaruh. Salah satunya yaitu, penelitian tentang Pengembangan Model Pengendalian Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner (PJK) pada Kelompok Pengambil Keputusan (Lanjutan ). Para pejabat pengambil keputusan di Indonesia adalah kelompok masyarakat penting karena kelompok inilah otak dari baik tidaknya situasi dan kondisi pembangunan. Namun, kelompok ini sering terpapar pada faktor risiko penyakit jantung koroner. Untuk mendapatkan suatu model dalam menurunkan faktor risiko tersebut di atas telah dilakukan suatu survei sehingga diperoleh data dasar mengenai keadaan (a). fisik(elektrokardiografik = EKG dan tekanan darah); (b). antropometrik (tinggi dan berat badan); (c). pemeriksaan darah terhadap kadar kolesterol, gula darah, asam urat; dan (d). paparan asap rokok. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa faktor risiko terhadap terjadinya penyakit jantung koroner yang paling mencolok ditunjukan oleh kadar kolesterol tinggi (70,4%) disusul oleh kegemukan (28,6%); kadar asam urat tinggi (27,7%) dan EKG tidak normal (21,4%). Data tentang kadar kolesterol darah tinggi, kegemukan, kadar asam urat darah tinggi dan EKG tidak normal digunakan sebagai data dasar untuk membuat model menurunkan faktor risiko terhadap terjadinya. (Ganda Siburian, 2001).
5.      Hal-hal yang memicu penyakit jantung koroner :

*   Merokok dalam jumlah yang banyak dan selama bertahun-tahun
*   Konsumsi makanan yang berlemak atau berkolesterol tinggi
*   Hipertensi yang telah diderita
*   Obesitas
*   Kurang beraktivitas dan berolahraga
*   Minum minuman beralkohol
*   Penyalahgunaan obat (narkoba)

6.      Fakta-Fakta mengenai PJK

ü  Setiap tahun di AS, lebih dari setengah juta orang meninggal akibat penyakit jantung koroner
ü  Kematian akibat jantung koroner bisa dicegah dikarenakan penyakit ini berhubungan dengan gaya hidup. Jika masyarakat baik dan sehat dalam hidup dipastikan terbebas dari penyakit jantung koroner
ü  Perawatan bagi penderita penyakit jantung koroner membutuhkan waktu yang sangat lama dan kontinu.

7.      Pencegahan Penyakit Jantung Koroner

*      Gaya hidup seimbang dan menghindari risiko stres sangat dibutuhkan agar seseorang tidak terkena penyakit jantung koroner.
*      Mengonsumsi makanan sehat dan berserat tinggi. Kurangi makanan yang berlemak dan berkolesterol tinggi agar tidak terjadi kegemukan.
*      Segera berhenti merokok. Merokok menyebabkan elastisitas pembuluh darah berkurang sehingga meningkatkan pengerasan pembuluh darah arterin yang memicu stroke
*      Mengurangi atau menghindari minuman beralkohol
*      Olahraga yang teratur
*      Hindari penggunaan obat-obatan terlarang

8.      Tes untuk memastikan apakah seseorang memiliki penyakit jantung koroner
   
Tidak ada ukuran yang pasti untuk mengetahui penyakit
jantung koroner. Tapi beberapa jenis tes berikut dapat memberikan gambaran apakah seseorang mengidap penyakit jantung koroner
~        Electrocardiogram
~        Stress test
~        Nuclear scanning
~        Coronary angigraphy









Dosen                : Bahar Yandu
Mata Kuliah       :  Epidemiologi

Epidemiologi
Penyakit Jantung Koroner






Rabu, 30 November 2011

˙·٠•●❤ untuk HATImu yang JATUH ❤●•٠·˙

Seorang kekasih datang untukku,
Aku menerimanya tidak lain karena pilihan HATI semata.,
Entah dia mengerti atau tidak tentang KEBAIKAN yang aku harapkan darinya.,
Sekali lagi aku hanya JATUH pada hatiku sendiri..
Menghilangkan semua yang aku sombongkan kepada orang lain.,
Merobohkan ranjau-ranjau pelindung yang aku ciptakan untuk memerangi RASAku sendiri..,
tak lain hanyalah CINTA yang menggodaku...

Tak perlu kau buat kata semanis senyumku jika ternyata aku hanya MANIS karena rasaku sendiri,
Yaa!!
aku jatuh pada CINTA yang ada di HATIku
bukan karena KEHEBATANmu, keTAMPANanmu, atau bahkan segala HAL pesona darimu..,
Pangeran buruk RUPA pun akan terlihat GAGAH dihatiku.,
dan ITU sudah keputusan mutlak untuk pilihan MATA hatiku...

dan Suatu ketika CINTA ini membuaiku, mempesonaku, menggilaiku bahkan menyakitiku.,
aku sulit untuk bijak dalam mengartikan INI :

bahwa aku benar dalam MENCINTAI atau salah untuk DICINTAI
adanya keAKUan yang tidak akan pernah hilang dalam diriku
adanya keKAMUan yang tidak pernah terhapus dalam dirimu
dan manakah yang lebih DOMINAN dalam perang HATI ini

adakala aku MENGALAH karena bijakku untuk SETIA
atau kamu PERGI karena tak bisa lepas dari keinginan LAINnya

CINTA tidak akan berakhir tanpa HATImu menyetujui untuk meninggalkannya,
namun SEKALI lagi, sulit untukku menyalahkan HATIku yang memilihmu,
aku masih angkuh untuk mengakui INI,
SEJUJURnya akulah yang menyakiti hatiku sendiri dan bukan CINTA..

Minggu, 27 November 2011

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Pagi Yang CerAh.......

BeriKAn SiNAr HangatNya ke BUmI..

Met pAgi N Met B'aktiVitas SahabTku..

JAdiKAn hari Ini LebiH BerseMangat... :D

Epidural..



Apa sih , bius epidural itu?
Bius epidural merupakan salah satu jenis pembiusan yang banyak digunakan untuk membantu proses persalinan.

Cara pembiusannya?
Pembiusan dilakukan oleh seorang ahli anestesi setelah Anda mulai merasakan terjadinya kontraksi. Sebelumnya, Anda akan disuntik melalui vena (intravena) dengan larutan khusus sebanyak 1-2 liter untuk membantu keseimbangan cairan dalam tubuh. Pemberian larutan ini akan terus berlangsung hingga proses persalinan selesai.
Selanjutnya, Anda disuruh berbaring miring sambil menekuk/melengkungkan tubuh sedemikian rupa, sehingga ruas-ruas tulang belakang Anda terbuka lebar. Caranya, pertemukan dagu dengan dada, serta dengkul Anda dengan perut.
Kemudian, obat bius akan dimasukkan menggunakan jarum suntik melalui suatu celah pada ruas tulang belakang untuk mencapai bagian yang disebut epidural. Bagian ini ada pada jalur sistem saraf pusat tulang belakang.
Sakitkah?
Ya, tentu saja Anda akan merasakan sakit yang agak menggigit saat jarum suntik menembus celah ruas tulang belakang. Bahkan ada orang yang mengalami sedikit pembengkakan pada bekas suntikan, sampai beberapa hari setelah proses persalinan selesai.
Bagi Anda yang operasi Caesar, seringkali timbul rasa seperti ada yang mengganjal di tulang belakang sampai beberapa minggu setelah persalinan. Rasa sakit ini akan hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.
Harus terus berbaringkah?
Ya! Anda harus tetap berbaring di tempat tidur sampai saat persalinan tiba. Tapi, selama menunggu, Anda diperbolehkan untuk berbaring menyamping dengan kepala lebih tinggi sekitar 30 derajat dari tubuh.
Apa yang terjadi setelah dibius?

Umumnya, 3-5 menit setelah obat disuntikkan, sistem saraf dari bagian rahim hingga jalan lahir akan mati rasa (kebas). Setelah lewat 10 menit, biasanya Anda sudah akan benar-benar mati rasa pada daerah tersebut, atau hingga seluruh bagian bawah tubuh Anda.
Apakah menghilangkan kemampuan mengejan?
Tidak! Anda tetap dapat mengejan dengan dibimbing dokter dan perawat yang membantu persalinan. Obat bius itu tidak menghambat proses persalinan. Hanya saja, Anda tidak akan merasakan nyeri luar biasa saat kontraksi semakin keras, di menit-menit terakhir sebelum si kecil lahir.
Namun, bagi Anda yang kehilangan kemampuan untuk mengejan, dokter akan membantu menggunakan forcep atau alat vakum. Sekalipun tindakan tersebut sebenarnya menambah besarnya risiko bagi bayi, tapi bila didukung oleh keterampilan dokter, maka Anda tak perlu khawatir berlebihan.
Apakah proses persalinan lebih lambat?
Ya dan tidak. Pada kasus-kasus tertentu, bius epidural menyebabkan persalinan berlangsung lebih lambat. Tapi, pada banyak kasus, justru sebaliknya. Persalinan menjadi lebih cepat karena si ibu menjadi jauh lebih rileks, karena nyaris tidak merasakan nyeri saat kontraksi berlangsung.
Obat bius masuk ke tubuh bayi?
Ya, pasti! Tapi, hanya dalam dosis sangat rendah. Sangat sedikit kasus yang dilaporkan mengenai dampak negatif dari obat bius epidural terhadap bayi yang baru dilahirkan. Hal ini biasanya terjadi pada persalinan yang berlangsung lama, misalnya karena terjadi komplikasi. Obat bius yang masuk ke dalam tubuh bayi, biasanya akan menyebabkan si bayi tampak teler atau mengantuk.
Amankah bius epidural?
Bius epidural merupakan jenis pembiusan yang relatif aman bagi ibu, dan juga bayinya. Walau demikian, kemungkinan adanya risiko atau dampak negatif tetap ada, mengingat begitu banyak faktor yang ikut terlibat. Sekali lagi, human error maupun risiko tak terduga tetap ada.
Apa saja risiko itu?
Risiko yang paling sering terjadi adalah penurunan tekanan darah ibu secara mendadak. Keadaan ini dapat membahayakan, baik bagi ibu maupun bayinya. Kemungkinan terjadinya risiko ini hanya 1-2%.
Selain itu, ada sejumlah risiko dari bius epidural yang dilaporkan oleh Vicki Elson, CCE, yang dimuat dalam Obstetric and Gynecology Journal edisi Oktober 1992. Antara lain:
Bagi ibu (untuk waktu pendek):
• Mual, muntah-muntah, menggigil.
• Merasa kehilangan emosi.
• Gangguan pada sistem pernapasan.
• Kejang-kejang.
• Pusing.
Bagi ibu (untuk waktu panjang):
• Komplikasi sistem saraf.
• Sakit pada bagian belakang tubuh (bisa menahun).
• Kehilangan kontrol untuk buang air kecil maupun air besar.
• Kehilangan sensasi pada bagian perinium (daerah antara vagina dan anus) dan fungsi seks.
• Terus-menerus merasa seperti tertusuk jarum.
Bagi bayi:
• Keracunan obat bius.
• Stres dan depresi.
• Teler saat dilahirkan.
• Kehilangan atau kurang refleks untuk mengisap puting.
• Demam karena mengalami penurunan suhu tubuh.
• Kekuatan dan kemampuan gerak otot tubuhnya kurang baik pada jam-jam pertama setelah dilahirkan.
• Hiperaktif sampai umur sekitar 7 tahun.

Benarkah menyebabkan kelumpuhan pada ibu?

Tidak juga. Angka kejadian itu amat sangat jarang, meski kemungkinannya tetap ada. Apabila Anda merasa ngeri, sebaiknya Anda memilih pembiusan umum biasa. Karena, bius epidural sebenarnya lebih ditujukan bagi mereka yang harus operasi Caesar.
Siapa saja yang tidak dianjurkan?
Mereka yang pernah mengalami luka, pernah operasi, atau memiliki gangguan pada bagian belakang tubuhnya, khususnya pada tulang belakangnya, sebaiknya membuang jauh-jauh keinginan untuk bersalin dengan cara ini. Juga, mereka yang menderita gangguan pada fungsi jantung serta kelainan darah, dan mereka yang alergi terhadap senyawa jenis kein , seperti kokain. Karena, sebagian besar jenis obat yang digunakan dalam pembiusan merupakan senyawa jenis kein .

Nyeri saat persalinan
Proses persalinan, bagi seorang ibu hamil adalah proses antara hidup dan mati, di mana segala rasa tertumpah saat itu juga. Pada proses persalinan normal, salah satu rasa yang dialami ibu melahirkan adalah rasa sakit atau nyeri yang luar biasa yang tidak dapat terelakkan. Umumnya seorang ibu hamil yang akan melahirkan mengalami rasa takut untuk menghadapi rasa nyeri dalam persalinan.
Seiring dengan membaiknya tingkat perekonomian dan makin baiknya peralatan operasi, maka semakin banyak ibu hamil yang menginginkan persalinan dengan operasi, untuk menghindari rasa nyeri selama persalinan. Tapi perlu diingat bahwa persalinan dengan operasi ini akan berakibat rasa nyeri yang lain dan efek samping yang tidak terdapat pada melahirkan secara normal. Secara statistik di dapat bahwa rasa nyeri selama persalinan tidak dapat ditoleransi oleh dua dari tiga wanita bersalin. Melihat “penderitaan” yang dialami oleh ibu bersalin ini, maka dicari alternatif untuk mengurangi rasa nyeri selama persalinan.
Beberapa alternatif melahirkan dengan rasa nyeri yang berkurang atau tanpa nyeri adalah dengan tanpa obat seperti dengan hipnotis, pengaturan napas, atau akupunktur. Dapat juga dilakukan dengan memakai obat, yaitu teknik analgesia epidural, analgesia spinal, dan gabungan kedua teknik ini serta pemberian obat-obatan yang disuntikkan atau dimasukkan melalui selang infus langsung ke dalam pembuluh darah.
Teknik Analgesia Epidural
Teknik analgesia epidural dianggap sebagai teknik yang paling efektif untuk mengatasi rasa nyeri persalinan, mulai saat kala pembukaan sampai penjahitan karena pengguntingan, sehingga ibu bersalin menjadi lebih tenang dan turut aktif berperan serta selama proses melahirkan. Teknik analgesia epidural ini juga terbukti dapat mempersingkat waktu persalinan.
Secara fisiologis, pemberian analgesia dapat menurunkan kebutuhan oksigen ibu, mengurangi kadar keasaman darah yang meningkat pada ibu dan janin, menstabilkan kerja jantung dan pembuluh darah serta mengurangi curah jantung yang meningkat akibat nyeri persalinan sehingga beban jantung berkurang. Tetapi harus diingat bahwa teknik analgesia epidural ini mempunyai kelemahan atau komplikasi, seperti tekanan darah rendah, kelumpuhan otot pernapasan, atau robeknya rahim karena tidak terdeteksinya rasa nyeri di bagian bawah rahim.
Teknik Analgesia Spinal
Teknik analgesia spinal atau ILA (Intrathecal Labor Analgesia) merupakan teknik yang lebih murah dan lebih mudah dari pada operasi caesar, di mana nyeri selama persalinan dapat di atasi dengan baik, tanpa efek sampingan yang berbahaya baik bagi ibu melahirkan, maupun pada janinnya. Pada teknik ini, obat anestesi disuntikkan di ruang intratekal, yaitu sebuah ruang di dalam sumsum tulang belakang , tempat lewatnya serabut syaraf spinal yang berperan merasakan sensai nyeri. Obat akan memblok syaraf nyeri tersebut. Obat anastesi lokal lainnya dapat menghambat syaraf rasa nyeri, tetapi syaraf motoriknya tetap bekerja, sehingga ibu bersalin masih dapat merasakan gejala peregangan ketika bayi akan keluar tanpa rasa nyeri.
Efek samping yang mungkin timbul pada teknik ini adalah gatal-gatal, mual, muntah, rasa mengantuk, gemetar, retensi urin, hipotensi, dan bradikardi (denyut nadi lambat). Sedangkan kekurangannya adalah digunakan pada awal kala I dengan masa kerja selama 12 jam, sehingga kurang efektif bagi persalinan yang lama.
Teknik Gabungan
Teknik gabungan dari teknik analgesia epidural dan analgesia spinal, memungkinan proses kerja yang cepat dengan kualitas analgesia yang lebih baik, dosis awal dan total lebih kecil, penghambatan syaraf sensorik lebih selektif, penghambatan syaraf simpatis dan motorik minimal, sehingga tidak mengganggu mobilisasi. Analgesia gabungan dapat dilakukan sejak awal pembukaan sampai akhir.
Dari penelitian itu ditemukan bahwa para ibu yang menggunakan metode ILA, 66 persen melahirkan spontan, 28 persen kelahiran dibantu alat, 6 persen melahirkan dengan operasi caesar. Operasi masih terjadi karena kondisi bayi yang tidak memungkinkan lahir normal, misalnya bayi terlilit ari-ari. Penggunaan anestesi lokal ini pun tidak berdampak terhadap bayi, karena bayi memperoleh makanan dan unsur-unsur lain lewat plasenta. Dengan teknik dan obat analgesia yang tepat sesuai dengan indikasinya, maka proses melahirkan secara spontan dan normal tidak perlu ditakuti lagi serta tanpa perlu jeritan kesakitan.


Gusi Berdarah......

Masalah gusi berdarah bisa jadi pernah dialami sebagian besar orang. Umumnya masalah ini disadari saat menyikat gigi. Namun, mungkin belum semua orang tahu apa sebenarnya penyebab dari gusi berdarah dan bagaimana cara penanganan yang tepat.

Gusi berdarah bisa disebabkan oleh berbagai hal. Penyebab yang paling sering adalah adanya plak dan karang gigi (kalkulus) yang menempel pada permukaan gigi. Gigi kita dilapisi oleh lapisan transparan licin yang disebut pellicle. Pellicle yang dikolonisasi oleh bakteri disebut plak. Selanjutnya, bila tidak dibersihkan maka plak dapat mengalami mineralisasi (pengerasan) sehingga membentuk karang gigi yang melekat pada permukaan gigi. Biasanya karang gigi dijumpai pada leher gigi.

Karang gigi tidak hanya melekat pada permukaan gigi yang tampak (terletak di atas garis gusi) tapi juga dapat melekat pada permukaan gigi yang tertutup oleh gusi. Pada permukaan karang gigi biasanya juga terdapat koloni bakteri. Koloni bakteri pada plak dan karang gigi inilah yang mengakibatkan kerusakan jaringan penyangga gigi, yang dimulai dari gingiva (bagian gusi yang dapat kita lihat). Keadaan ini disebut gingivitis (radang gusi). Karena ada peradangan maka gusi menjadi mudah berdarah apabila terkena trauma mekanis, misalnya sikat gigi atau tusuk gigi. Jadi, gusi berdarah adalah tanda awal adanya kerusakan gusi.
Apabila tidak segera ditangani maka karang gigi dapat terus bertambah sehingga perlekatan gusi pada permukaaan gigi menjadi lepas dan terbentuk adanya kantung pada gusi (disebut periodontal pocket). Kondisi ini disertai juga dengan perdarahan gusi dan kerusakan tulang penyangga gigi. Akibatnya bila tidak segera ditangani gigi menjadi goyang dan akhirnya tanggal. Keadaan ini disebut periodontitis.
Karena penyebabnya adalah koloni bakteri pada plak dan karang gigi, maka solusi masalah ini adalah dengan melakukan pembersihan plak dan karang gigi. Plak dapat dibersihkan dengan cara menyikat gigi secara teratur dan benar. Frekuensi menyikat gigi minimal dua kali tiap hari, pagi setelah makan pagi dan malam sebelum tidur. Arah menyikat gigi adalah dari gusi ke arah gigi. Penyikatan gigi dalam arah horizontal tidak dibenarkan karena akan menyebabkan abrasi leher gigi dan resesi gingiva (gusi rahang atas tampak naik, gusi rahang bawah tampak turun, sehingga permukaan akar gigi terlihat).
Karang gigi tidak dapat dibersihkan dengan menyikat gigi. Jadi apabila terdapat karang gigi maka perlu datang ke dokter gigi untuk dilakukan scaling (pembersihan karang gigi). Selanjutnya dokter gigi akan melihat sampai mana kerusakan jaringan penyangga gigi yang terjadi. Apabila hanya terjadi gingivitis, maka tindakan scaling biasanya sudah mencukupi. Tapi bila sudah terjadi periodontitis, maka akan dilakukan perawatan periodontal lebih lanjut. Sebaiknya kita datang ke dokter gigi setiap enam bulan sekali untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh sehingga masalah dapat ditangani sejak dini.
Selain karang gigi dan plak, perdarahan gusi juga berhubungan dengan beberapa penyakit, antara lain kekurangan vitamin C dan kelainan darah. Kekurangan vitamin C terjadi pada orang yang tidak makan sayur atau buah dalam jangka waktu lama. Gusi pada penderita kekurangan vitamin C menjadi bengkak, berwarna keunguan dan terjadi perdarahan. Keadaan kekurangan vitamin C ini dinamakan Scurvy. Cara penanganannya adalah dengan memberikan vitamin C.
Kelainan darah yang biasanya berkaitan dengan perdarahan gusi adalah leukemia dan trombositopenia. Leukemia adalah keganasan sel darah putih sedangkan trombositopenia adalah kondisi di mana terjadi penurunan jumlah trombosit dalam darah. Pada penderita leukemia, gusi terinfiltrasi oleh sel-sel darah putih ganas. Secara klinis gusi tampak membesar. Karena pada leukemia umumnya juga terjadi trombositopenia maka gusi penderita leukemia juga mudah berdarah. Trombosit adalah salah satu elemen darah yang diperlukan untuk pembekuan darah. Apabila jumlahnya menurun sampai di bawah batas normal maka kemungkinan terjadi perdarahan lebih besar. Trombositopenia dapat merupakan penyakit yang berdiri sendiri atau bagian dari penyakit lain, misalnya demam berdarah. Jadi apabila didapati gusi berdarah disertai gejala-gejala lain seperti badan mudah lelah, demam, penurunan berat badan, berkeringat di waktu malam dan lain-lain sebaiknya segera datang ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Jumat, 25 November 2011

__GALAU__

__G . A . L . A . U

Di sponsori o/
* berkurang.y rasa sabar & syukur
... * Terlalu sering.y panggilan Allah yg tak langsung terjawab
...
Dan..

*luntur.y produksi baju taqwa bermerk "IMAN".

Utk berhenti berlangganan,silahkan ketik UNREG spasi LALAI MENGINGAT ALLAH kirim k kotak pos 1/ 3 malam

--Smoga anda beruntung mengusir rasa galau.
Gud luck !!^__~

Khasiat Pisang

Pisang adalah buah yang cukup familiar di kalangan masyarakat kita, karena harganya murah dan mudah temukan  di pasar buah. pisang merupakan buah yang serat gizi, hampir tidak mengandung lemak dan mudah dicerna. karbohidrat dalam pisang sekitar 23-35%, lemak 0,2 dan seperti bahan nabati lainnya, pisang bebas kolesterol. Sebanyak 100 gram pisang akan memberikan kalori sebesr 120 kalori. Buah ini juga kaya kalium dan mengandung magnesium,selenium, besi, dan vitamin-vitamin serta bebas natrium.

Pisang kaya vitamin B-6 yang dibutuhkan untuk kesehatan mental seseorang. kekerungan vit B-6 dapat menyebabkan seseorang mudah lelah dan marah serta susah tidur. Mengkonsumsi satu setengah buah pisang setiap hari akan mencukupi kebutuhan tubuh terhadap vit B-6. Mengkonsumsi pisang 3-4 kali sehari bahkan dipercaya dapat membantu mengurangi gejala radang sendi(artritis).Sebagai sumber kalium, pisang dapat membantu mengurangi resiko peningkatan tekanan darah.